TIKES membantu Anda memahami kesehatan fisik, kesehatan psikologis, dan kesehatan sosial melalui asesmen yang aman, mudah, dan bersifat preventif.

Profil wellbeing Anda
Cukup Seimbang
Platform yang membantu Anda mengenali kondisi wellbeing lebih awal, dengan cara yang aman dan mudah dipahami.
TIKES membantu individu dan organisasi mengenali kondisi wellbeing lebih awal serta memperoleh rekomendasi tindak lanjut yang sesuai.
TIKES bukan alat diagnosis medis atau psikologis, melainkan sarana skrining awal, refleksi diri, dan pencegahan.
Ketiga aspek berikut saling memengaruhi dan membentuk wellbeing seseorang secara menyeluruh.
Memahami kebugaran, pola istirahat, aktivitas, dan kondisi fisik sehari-hari, dan lainnya.
Mengenali kondisi emosi, stres, daya lenting, dan kemampuan menghadapi tuntutan, dan lainnya.
Memahami kualitas hubungan, dukungan sosial, rasa aman, dan keterhubungan dengan lingkungan, dan lainnya.
Gambaran kondisi wellbeing saat ini
Profil kesehatan fisik, psikologis, dan sosial
Kekuatan dan area yang perlu diperhatikan
Rekomendasi personal yang mudah dilakukan
Pemantauan perkembangan secara berkala
Akses rujukan atau dukungan bila diperlukan
Cukup empat langkah sederhana.
Isi asesmen secara mandiri, kapan saja.
Terima profil wellbeing yang mudah dipahami.
Ikuti rekomendasi personal sesuai kebutuhan Anda.
Pantau perkembangan kondisi Anda dari waktu ke waktu.
TIKES hadir dalam beberapa layanan sesuai kebutuhan Anda.
Untuk karyawan dan organisasi.
Untuk siswa dan ekosistem sekolah.
Untuk mahasiswa dan perguruan tinggi.
Untuk komunitas dan kelompok masyarakat.
Pemetaan wellbeing secara agregat
Identifikasi kebutuhan intervensi lebih awal
Dasar penyusunan program kesehatan dan pengembangan SDM
Pemantauan dampak program
Dashboard organisasi tanpa membuka data pribadi individu
Rekomendasi kebijakan berbasis data
Pimpinan organisasi hanya memperoleh data agregat, bukan jawaban atau hasil individual tanpa persetujuan.
Asesmen menyangkut kondisi pribadi Anda, sehingga kami menjaganya dengan standar keamanan yang ketat.
Dikembangkan bersama psikolog dan tenaga ahli
Menggunakan pendekatan ilmiah
Instrumen melalui proses validasi
Mengedepankan prinsip etika, kerahasiaan, dan pencegahan
Tidak menggantikan pemeriksaan profesional